fbpx
LOGO

Pentingnya Nutrisi bagi Kesehatan dan Fungsi Otak

August 11, 2020
IMG

Seiring bertambahnya usia, terdapat banyak fungsi tubuh yang mengalami penurunan, salah satunya adalah fungsi otak dan kognisi. Penelitian pada manusia dan hewan coba telah menunjukkan bahwa stres oksidatif dan peradangan, serta gangguan resistensi insulin adalah fitur umum pada beberapa penyakit, termasuk penurunan fungsi kognitif dan motorik akibat usia. 

 

Selain menjaga pola makan dan aktif bergerak, mengonsumsi suplemen yang meningkatkan nutrisi dalam darah dikatakan mampu menjaga kesehatan otak. Hal ini selaras dengan temuan dalam jurnal NeuroImage yang mengatakan bahwa tingginya kadar nutrisi dalam darah memengaruhi konektivitas otak dan fungsi kognitif yang lebih baik pada orang tua.

 

Menurut Christopher Zwilling, peneliti postdoctoral University of Illinois sekaligus pemimpin penelitian, studi ini dilakukan untuk meneliti pengaruh diet dan nutrisi terhadap kinerja kognitif pada orang dewasa yang sehat. Mereka mengidentifikasi pola nutrisi termasuk:

 

Asam lemak omega-3: dapat ditemukan pada ikan, kenari dan kubis Brussel

 

Asam lemak omega-6: dapat ditemukan dalam biji rami, biji labu, kacang pinus dan pistachio

 

Likopen: pigmen merah dalam tomat, semangka dan beberapa buah dan sayuran lainnya.

 

Alfa dan beta-karotenoid: pigmen oranye pada ubi jalar dan wortel.

 

Vitamin B dan D

 

Aron Barbey, pemimpin penelitian yang lain sekaligus profesor psikologi di Beckman Institute for Advanced Science and Technology, mengatakan bahwa para peneliti mengandalkan metode penelitian yang ketat untuk memeriksa asupan nutrisi dan kesehatan otak. Dalam penelitiannya, mereka mencari pola nutrisi biomarker dalam darah serta MRI untuk menganalisa efisiensi jaringan otak pada masing-masing individu.

 

Hasil penelitian pun menunjukkan hubungan positif. Partisipan berhasil menyelesaikan beberapa tes kognitif. Terlihat pula perbedaan nutrisi memengaruhi bagian otak yang berbeda pula. Sebagai contoh, asam lemak omega-3 berkaitan pada kecerdasan umum dan kesehatan jaringan frontoparietal. Jaringan ini bertanggung jawab atas pemusatan perhatian dan terlibat dalam perilaku yang diarahkan pada tujuan.

 

 

 

Untuk mengetahui stabilitas pola nutrisi-biomarker tersebut, 40 partisipan yang sama kembali diundang setelah dua tahun untuk diteliti kembali. Hasilnya, pola nutrisi yang sama masih ditemukan pada partisipan tanpa ada perubahan (1).

 

Tentunya, hasil penelitian diatas juga didukung dengan penelitian sebelumnya dan fakta yang telah ada. AA dan DHA (omega-6 dan omega-3 rantai panjang PUFA utama yang ditemukan di otak) berperan penting dalam fisiologi otak. Secara langsung maupun tidak langsung, AA dan DHA mengatur proses neurobiologis mendasar, khususnya yang terlibat dalam kognisi dan suasana hati. Selain itu, AA dan DHA juga bersifat anti-inflamasi dan antidepresan (2, 3).

 

Penelitian sebelumnya yang juga dipimpin oleh Barbey mengatakan bahwa asam lemak tak jenuh tunggal atau MUFA (kelas nutrisi yang ditemukan dalam minyak zaitun, kacang-kacangan dan alpukat) mampu meningkatkan kecerdasan umum yang disebabkan oleh korelasi MUFA dengan jaringan perhatian otak. Meski begitu, mekanisme koneksi ini sulit dipahami (4).

 

Suplementasi flavonoid / polifenol, umum ditemukan pada buah beri, juga mampu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang menjadi salah satu penyebab menurunnya fungsi kognitif serta memperlambat penurunan fungsi kognitif yang disebabkan oleh proses penuaan. Peningkatan asupan buah beri seperti blueberry dan stroberi, serta peningkatan asupan anthocyanidins dan flavanoid total, dikaitkan dengan memperlambat laju penurunan kognitif hingga 2,5 tahun (5).

 

 

Referensi

Yates, Diana. (2018). Study links nutrients in blood to better brain connectivity, cognition in older adults. American Association for the Advancement of Science (AAAS). Diakses pada 26 Juli 2019.

Nutrition Insight. (2018). Nutrition for cognition: Certain blood nutrients improve cognitive performance, study finds. Nutrition Insight. Diakses pada 26 Juli 2019.

Spencer, SJ, Korosi A, Layé S, Shukitt-Hale B, Barrientos RM. Food for thought: How nutrition impacts cognition and emotion. npj Science of Food. (2017).

Pinilla, FG. Brain foods: The effects of nutrients on brain function. Nature Reviews Neuroscience. (2008)

Zwilling CE, Talukdar T, Zamroziewicz MK, Barbey AK. Nutrient biomarker patterns, cognitive function, and fMRI measures of network efficiency in the aging brain. NeuroImage. (2019). 

Bazinet RP, Layé S. Polyunsaturated fatty acids and their metabolites in brain function and disease. Nature Reviews Neuroscience. (2014).

Alhouayek M, Muccioli GG. COX-2-derived endocannabinoid metabolites as novel inflammatory mediators. Trends in Pharmacological Sciences. (2014).

Nutrition Insight. Monounsaturated fatty acids linked to benefits for brain network organization. Nutrition Insight. Diakses pada 26 Juli 2019.

Devore EE, Kang JH, Breteler MMB, Grodstein F. Dietary intakes of berries and flavonoids in relation to cognitive decline. Annals of Neurology. (2012). 


Tags: ,