fbpx
LOGO

Rhodiola Rosea, Si Akar Emas dari Pegunungan Eropa

August 7, 2020
IMG

Rhodiola atau Rhodiola rosea (R. rosea) adalah tanaman yang tumbuh di daerah dingin, terutama di daerah pegunungan Eropa dan Asia. Di Indonesia, Rhodiola disebut dengan akar emas.

 

Tanaman ini populer karena bersifat adaptogenik, yakni berfungsi untuk mengurangi stres, menyegarkan pikiran yang lelah, dan bersifat menenangkan. Senyawa dalam akar tanaman ini bekerja dengan mengaktivasi beta-endorfin dan neuropeptida opiod di dalam otak, sehingga meningkatkan toleransi tubuh terhadap stres dan mempengaruhi berbagai faktor adaptasi lainnya. 

 

Rosavin dan salidrosida merupakan dua senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak akar rhodiola dan paling berperan dalam menimbulkan efek anti-depresi, adaptogenik, menurunkan kecemasan (anxiolytic), serta menjadi stimulan. Rhodiola banyak digunakan untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan saat seseorang sedang berjuang melawan insomnia, kelelahan, kecemasan, dan depresi.

 

Herbal ini juga digunakan untuk proses detoksifikasi atau membersihkan tubuh, melawan kanker, dan membantu mengobati tuberkulosis (TBC).

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Mengatasi Stres

Stres fisik biasanya ditandai dengan peningkatan hormon kortisol dalam tubuh mengakibatkan berbagai gangguan seperti menurunkan imunitas, mengganggu keseimbangan tiroid, bahkan dapat merusak daya ingat, dan menurunkan respon insulin terhadap gula darah. 

 

Rhodiola terbukti mampu menyeimbangkan hormon kortisol ketika tubuh sedang menghadapi stressor fisik (1). Mengonsumsi adaptogen seperti rhodiola selama masa-masa stres terbukti dapat membantu seseorang menghadapi situasi penuh tekanan dengan lebih baik (2, 3).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan untuk menyelidiki efek ekstrak rhodiola pada 101 orang dalam menghadapi stres yang berkaitan dengan kehidupan dan pekerjaan. Peserta diberikan dosis rhodiola sebesar 400 mg per hari selama empat minggu. Hasil penelitian menemukan terdapat perbaikan signifikan dalam gejala stres, partisipan juga melaporkan penurunan rasa kelelahan dan kecemasan setelah tiga hari pemakaian. Perbaikan ini juga diketahui berlanjut sepanjang penelitian (4).

 

Pada sebuah penelitian lain, konsumsi 400 gram ekstrak rhodiola selama 1 hingga 12 minggu dapat menurunkan stres dan gejala burnout syndrome pada penderita selama masa bekerja. Burnout syndrome merupakan kondisi stres pekerjaan yang meliputi kelelahan fisik dan mental yang luar biasa, serta penurunan performa kerja yang drastis (5).

 

2. Membantu Mengatasi Kelelahan

Karena memiliki sifat adaptogenik, rhodiola dapat mengatasi kelelahan fisik dan mental. Berdasarkan sebuah uji coba acak terkontrol yang dilaksanakan kepada 60 orang penderita fatigue syndrome (sindrom kelelahan), suplementasi tablet rhodiola dengan dosis 576 mg per hari menurunkan derajat kelelahan, meningkatkan fokus dan perhatian, memperbaiki kualitas hidup, suasana hati dan konsentrasi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (6).

 

Sebuah tinjauan sistematis pada tahun 2012 terhadap 11 percobaan acak terkontrol yang berfokus pada efek anti-kelelahan dari rhodiola juga berhasil membuktikan bahwa pemberian ekstrak rhodiola dapat membantu meningkatkan kinerja fisik dan mengurangi kelelahan mental, meskipun para peneliti menyatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek samping dari penggunaan herbal ini (7).

 

3. Meningkatkan Kinerja Fisik

Rhodiola merupakan herbal yang tepat digunakan untuk meningkatkan performa atletik dan mempertahankan energi selama berolahraga. Ektrak akar rhodiola diketahui mampu meningkatkan jumlah hitung sel darah merah dengan menstimulasi eritropoietin serta menurunkan kerusakan akibat stres oksidatif (8).

 

Sel darah merah memiliki tugas  bertanggung jawab mengantarkan oksigen pada otot, sehingga ketika jumlah sel darah merah meningkat akan terjadi pula peningkatan energi ke dalam otot, sehingga sel dapat mempertahankan energi selama berolahraga dan mencegah terjadinya kelelahan. 

 

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2004, konsumsi ekstrak rhodiola sebesar 200 mg setiap hari selama sebulan menghasilkan manfaat anti-inflamasi yang membantu pemulihan otot secara cepat, bahkan meningkatkan kapasitas dan daya tahan pada dewasa sehat selama berolahraga (9).

 

Penelitian lain yang dilaksanakan pada hewan juga menemukan bahwa suplementasi rhodiola dapat meningkatkan daya tahan fisik. Tikus yang mengonsumsi 50 mg/Kg ektrak akar rhodiola mampu berenang 25% lebih lama dibandingkan tikus kontrol. Ekstrak rhodiola diketahui mampu meningkatkan sintesis ATP (adenosine triphospate), yakni nukleotida yang berperan penting dalam proses penyimpanan dan transfer energi antar sel, serta dibutuhkan dalam sintesis asam nukleat (10).

 

 

Sumber Makanan

 

Bagian yang diekstrak menjadi obat adalah bagian akar dari tanaman Rhodiola rosea

 

 

Dosis Pemakaian

 

Mencegah kelelahan dan anti-stres: Dosis harian untuk mencegah kelelahan adalah dosis rendah setara dengan 50 mg per hari. Sedangkan untuk kelelahan dan stres akut, ekstrak rhodiola efektif dengan dosis konsumsi antara 288-680 mg. Dosis lebih tinggi mungkin tidak efektif.

 

• Meningkatkan performa dan energi: Dosis yang direkomendasikan adalah sebesar 200-300 mg, dapat dikonsumsi pada satu atau dua jam sebelum berolahraga. Sangat baik dikonsumsi sebelum makan atau saat perut kosong namun hindari mengonsumsi di malam hari karena dapat berefek stimulan dan mengganggu tidur. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Hypericum perforatum: Kombinasi dengan rhodiola bersinergis mengatasi kondisi binge eating (kesulitan berhenti makan dalam jumlah dan porsi besar, setelah selesai makan dalam porsi besar penderitanya akan merasa bersalah dan tidak jarang menimbulkan depresi).

 

• Weikang keli: Kombinasi dengan rhodiola bersinergis dalam mengurangi ukuran dan massa tumor (uji coba dilaksanakan pada tikus).

 

 

Efek Samping

 

Pusing

Mulut kering

Produksi air liur berlebih

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Gangguan autoimun

Diabetes

Tekanan darah rendah

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Rhodiola rosea. Examine. Diakses pada 11 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). Rhodiola benefits: Burning fat for energy, beating depression + more. Dr Axe. Diakses pada 11 Juli 2019.

Walle, G. V. D. (2018). 7 Science-backed health benefits of rhodiola rosea. Healthline. Diakses pada 11 Juli 2019.

WebMD. (2018). Rhodiola. WebMD. Diakses pada 11 Juli 2019. 

Lishmanov IuB, Trifonova ZhV, Tsibin AN, Maslova LV, Dement’eva LA. Beta-éndorfin i stress-gormony plazmy krovi pri sostoianiiakh napriazheniia i adaptatsii [Plasma beta-endorphin and stress hormones in stress and adaptation]. Biull Eksp Biol Med. (1987). 

Cropley M, Banks AP, Boyle J. The effects of rhodiola rosea L. extract on anxiety, stress, cognition and other mood symptoms. Phytother Res. (2015). 

Anghelescu IG, Edwards D, Seifritz E, Kasper S. Stress management and the role of Rhodiola rosea: a review. Int J Psychiatry Clin Pract. (2018). 

Edwards D, Heufelder A, Zimmermann A. Therapeutic effects and safety of Rhodiola rosea extract WS® 1375 in subjects with life-stress symptoms–results of an open-label study. Phytother Res. (2012). 

Kasper S, Dienel A. Multicenter, open-label, exploratory clinical trial with Rhodiola rosea extract in patients suffering from burnout symptoms. Neuropsychiatr Dis Treat. (2017). 

Olsson EM, von Schéele B, Panossian AG. A randomised, double-blind, placebo-controlled, parallel-group study of the standardised extract shr-5 of the roots of Rhodiola rosea in the treatment of subjects with stress-related fatigue. Planta Med. (2009). 

Ishaque S, Shamseer L, Bukutu C, Vohra S. Rhodiola rosea for physical and mental fatigue: A systematic review. BMC Complement Altern Med. (2012).

Battistelli M, De Sanctis R, De Bellis R, Cucchiarini L, Dachà M, Gobbi P. Rhodiola rosea as antioxidant in red blood cells: ultrastructural and hemolytic behaviour. Eur J Histochem. (2005). 

De Bock K, Eijnde BO, Ramaekers M, Hespel P. Acute Rhodiola rosea intake can improve endurance exercise performance. Int J Sport Nutr Exerc Metab. (2004). 

Abidov M, Crendal F, Grachev S, Seifulla R, Ziegenfuss T. Effect of extracts from Rhodiola rosea and Rhodiola crenulata (Crassulaceae) roots on ATP content in mitochondria of skeletal muscles. Bull Exp Biol Med. (2003). 


Tags: , , , ,