fbpx
LOGO

Mengenal Ribosa, Karbohidrat yang Dapat Meningkatkan Massa Otot

June 25, 2020
IMG

Ribosa, juga dikenal sebagai D-ribosa adalah gula atau karbohidrat sederhana yang secara alami diciptakan oleh tubuh manusia. Ribosa digunakan untuk membuat adenosin trifosfat (ATP), yakni energi dasar pada tubuh. ATP juga sangat berperan dalam produksi DNA dan RNA.

 

Ribosa memiliki versi sintetis yang dikenal sebagai L-ribosa, yakni versi ribosa yang tidak dapat ditemukan di lingkungan alami. Penggunaan suplemen ribosa dipercaya dapat meningkatkan kinerja atletik dan meningkatkan performa otot. Ribosa juga digunakan untuk mengatasi gejala sindrom kelelahan kronis (CFS), fibromyalgia, dan penyakit arteri koroner.

 

 

Manfaat Ribosa

 

 

 

1. Meningkatkan Performa Olahraga

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Society of Sports Nutrition, melakukan pemberian 10 gram suplemen D-ribosa (DR) terhadap 26 orang dewasa sehat setelah berolahraga selama 60 menit. Evaluasi dilaksanakan pada ketahanan dan performa selama berolahraga.

 

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata energi selama berolahraga dari hari pertama hingga hari ketiga. Partisipan penerima D-ribosa juga merasakan tingkat kelelahan yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok penerima dekstrosa (glukosa) (1, 2).

 

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa D-ribosa dapat mencegah terjadinya iskemia miokard (penurunan aliran darah dan oksigen pada sel otot jantung) serta meningkatkan fungsi jantung (3). Hal ini diperkuat dengan sebuah penelitian klinis pada tahun 2018 yang menyatakan bahwa pemberian D-ribosa terbukti secara klinis dapat meningkatkan penyerapan energi dan fungsi sel miokard (otot jantung) pada penderita jantung iskemik dan penderita gagal jantung.

 

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa D-ribosa merupakan jenis suplemen baru yang potensial untuk dikembangkan dan menjadi alternatif terapi bagi penderita jantung iskemik dan gagal jantung (4).

 

3. Mencegah Fibromialgia dan Kelelahan Kronis

Fibromialgia merupakan gangguan saraf yang ditandai dengan adanya nyeri pada tulang dan otot yang bersifat menjalar pada bagian dalam tubuh. Suplementasi ribosa menunjukkan efek positif terhadap peningkatan kualitas tidur, energi dan kesejahteraan, serta menurunkan rasa nyeri pada pasien fibromialgia.

 

Hal ini ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang mencatat bahwa pemberian lima gram ribosa setiap hari mampu menurunkan gejala klinis penyakit fibromialgia dan sindrom kelelahan kronis hingga sebesar 66% (5).

 

4. Mengobati Gejala Miopati Metabolik

Myoadenylate deaminase deficiency (MAD) adalah sebuah kondisi kelainan metabolik pada sel otot yang memproduksi ATP, yakni molekul pembawa energi dalam sel. Gejala yang ketika seseorang mengalami kondisi MAD antara lain kram dan nyeri otot, kekakuan, dan intoleransi dalam aktivitas olahraga.

 

Ribosa diketahui secara efektif mencegah terjadinya gejala MAD seperti kram, rasa sakit dan kekakuan setelah berolahraga terutama ketika diminum maupun diinjeksikan ke dalam pembuluh darah (6).

 

5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

D-ribosa memiliki susunan rantai gula sederhana yang terbentuk secara alami (C5H10O5). Rantai gula sederhana ini membantu sel dalam memproduksi dan meregenerasi ATP (adenosin tripospat) pada tingkat sel. Regenerasi ATP sangat dibutuhkan terutama pada jenis kulit yang keriput akibat usia. 

 

Sebuah penelitian menguji losion wajah berbasis D-ribosa 0,5% pada 20 wanita dewasa yang memiliki penurunan warna kulit dan kerutan. Setelah penggunaan losion selama 14 hari, para peneliti menemukan adanya pengurangan luas kerutan sebesar 12,2% dan 9,1% dari keseluruhan total panjang kerut. Setelah penggunaan selama 28 hari, rerata panjang kerut berkurang hingga 17,6%.

 

Secara keseluruhan, 67% dari subjek menyatakan bahwa kulit mereka terlihat lebih bercahaya setelah perawatan. Hasil ini menunjukkan bahwa ribosa merupakan suplemen anti-penuaan yang potensial untuk menjaga kesehatan kulit, terutama dalam melawan efek dari penuaan (7).

 

 

Sumber Makanan

 

Ribosa terkandung pada sumber makanan seperti:

• Ikan teri

• Ikan sarden

• Jamur

• Telur

• Daging sapi 

• Unggas

• Susu

• Yogurt

• Keju 

• Krim keju

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis pemakaian suplemen ribosa yang direkomendasikan adalah sebesar 1 – 10 gram per hari. Adapun dosis untuk beberapa kondisi khusus, diantaranya:

 

• Meningkatkan kemampuan berolahraga bagi pasien penyakit jantung koroner: konsumsi suplemen Ribosa 15 gram empat kali sehari, satu jam sebelum berolahraga sampai akhir sesi latihan. Dosis dapat terbagi tiga gram setiap 10 menit selama latihan.

 

• Konsumsi 5 gram ribosa setiap hari untuk mencegah penyakit kardiovaskular, terutama untuk atlet yang sedang dalam kondisi pemeliharaan, dan untuk orang sehat yang melakukan aktivitas berat.

 

• Konsumsi 10 sampai 15 gram setiap hari untuk penderita gangguan jantung dan atlet dengan latihan intensitas tinggi.

 

• Suplemen ribosa aman dikonsumsi dengan dosis sebesar 15 – 30 gram setiap hari untuk pasien gagal jantung, pembengkakan jantung atau penderita angina (nyeri menjalar dari dada kiri hingga lengan dan dagu), pra-operasi, penderita fibromialgia ataupun penyakit neuromuskuler lainnya.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi ribosa

 

Pasien diabetes dan yang mengkonsumsi obat-obatan diabetes seperti insulin, glimepiride (Amaryl), dan lainnya. Karena kombinasi obat antidiabetes dan ribosa akan menurunkan gula darah secara dratis.

 

Pasien dengan kondisi hipoglikemia (kadar gula darah rendah)

 

Pasien pra-operasi: Sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen ribosa selama kurang lebih  dua minggu sebelum jadwal operasi karena kemungkinan mempengaruhi kadar gula darah.

 

• Hindari penggunaan ribosa bersama dengan alkohol dan obat-obatan berjenis aspirin, kolin magnesium trisalisilat (Trilisat), propranolol (Inderal) dan salsalat (Disalcid). 

 

 

Efek Samping

 

Beberapa efek samping potensial yang dapat terjadi antara lain sakit perut, diare, mual, sakit kepala, dan penumbuhan rambut yang berlebih pada area tertentu. 

 

 

Referensi:

Price, Annie. (2018). Ribose: Energy-boosting heart supporter or sugar trap?. Dr Axe. Diakses pada 13 Juni 2019.

Patel, Kamal. (2017). D-ribose. Examine. Diakses pada 13 Juni 2019.

WebMD. (2018). Ribose. WebMD. Diakses pada 13 Juni 2019.

Tinsley, Grant. (2019). 5 Emerging benefits of d-ribose. Healthline. Diakses pada 13 Juni 2019.

Patientslikeme. (2018). D-ribose. Patientslikeme. Diakses pada 13 Juni 2019.

Seifert JG, Brumet A,  St Cyr JA. The influence of d-ribose ingestion and fitness level on performance and recovery. J Int Soc Sports Nutr. (2017).

Dunne L, Worley S, Macknin M. Ribose versus dextrose supplementation, association with rowing performance: A double-blind study. Clinical Journal of Sport Medicine. (2006).

Shecterle LM, Terry KR, St Cyr JA. The patented uses of d-ribose in cardiovascular diseases. recent pat cardiovasc drug. Discov. (2010). 

Shecterle LM, Terry KR, St Cyr JA. Potential clinical benefits of d-ribose in ischemic cardiovascular disease. Cureus. (2018).

Teitelbaum JE, Johnson C, St Cyr J. The use of D-ribose in chronic fatigue syndrome and fibromyalgia: A pilot study. J Altern Complement Med. (2006).

Shecterle LM, St Cyr JA. Dermal benefits of topical D-ribose. Clin Cosmet Investig Dermatol. (2009).


Tags: , ,