fbpx
LOGO

Risiko Menggunakan Wajan Cast Iron dan Carbon Steel

September 2, 2020
IMG

Selain batu, besi (iron) merupakan bahan yang masih digunakan sebagai pelapis permukaan alat masak sejak sekitar 2500 tahun yang lalu, tepatnya pada zaman besi. Meski belum ditemukan kerusakan atau dampak merugikan yang jelas pada tubuh, bukan berarti besi aman digunakan.

 

 

Bahaya Panci Besi Cor (Iron)

 

Sekitar 97-98% panci besi cor adalah besi biasa dengan campuran karbon untuk pengerasan, sementara peralatan masak baja karbon (seperti wajan) terbuat dari 99% besi. Keduanya memiliki kemiripan, sehingga potensi masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan panci besi juga berlaku pada panci baja karbon. 

 

Memasak dengan menggunakan panci besi dapat memindahkan zat besi yang ada pada panci ke dalam makanan. Ketika makanan tersebut dikonsumsi lantas memindahkan zat besi ke dalam tubuh.

 

Kebanyakan orang menilai hal tersebut sebagai alternatif mudah untuk mencukupi kebutuhan zat besi harian. Zat besi adalah salah satu nutrisi terbaik dan berperan penting dalam menjaga imunitas tubuh.

 

Akan tetapi, terlalu banyak zat besi akan membahayakan tubuh karena dapat meningkatkan produksi radikal bebas (1, 2).

 

Kelebihan zat besi dikaitkan dengan berbagai macam penyakit. Anak-anak yang terlalu banyak menyerap zat besi dapat mengalami hemochromatosis, suatu kondisi yang muncul di masa dewasa ketika tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dan memiliki risiko yang jauh lebih serius.

 

Hemochromatosis dapat menyebabkan gangguan pada usus, hati dan penurunan tekanan darah hingga menyebabkan kematian. Keracunan zat besi pada anak-anak juga dapat terjadi, sehingga diharuskan mengurangi konsumsi multivitamin dengan kandungan zat besi (3).

 

 

Berapa Batas Aman Konsumsi Zat Besi 

 

Jumlah zat besi yang baik tergantung pada kondisi wajan besi dan apa yang dimasak. Dapat dikatakan, laki-laki membutuhkan 8 mg zat besi sehari, dan satu porsi saus tomat yang dimasak dalam wajan besi cor (cast iron pan) dapat menyediakan 5 mg zat besi.

 

Dibawah ini perbedaan produksi zat besi pada beberapa makanan yang dimasak pada panci besi (iron) dan non-iron (termasuk stainless steel).

 

  Hidangan Panci Besi Panci Non-Besi
  Spaghetti / Pasta 5,77 mg 0,69 mg
  Hamburger 2,29 mg 2,00 mg
  Telur Goreng 3,84 mg 1,84 mg
  Nasi Goreng 1,97 mg 0,86 mg

 

 

Penanganan

 

Ada tiga strategi umum untuk membatasi asupan zat besi:

 

1. Kurangi makanan yang mengandung zat besi seperti meminum multivitamin bebas zat besi.

 

2. Tambahkan zat penghambat penyerapan zat besi ke dalam makanan, seperti kopi dan fitokimia (nutrien) tanaman tertentu. 

 

3. Melakukan donor darah. Mendonorkan darah dapat dilakukan untuk membuang sebagian zat besi yang terperangkap dalam sel darah merah Anda. Metode ini tidak mengharuskan perubahan pola makan.

 

Mengganti panci besi dengan alumunium (stainless steel) juga dapat dilakukan. Panci stainless steel mengandung kromium oksida sehingga panci lembab dan tahan karat. Namun, bukan berarti stainless steel 100% aman untuk semua orang.

 

Jika Anda tetap ingin menggunakan panci besi cor, sebaiknya bumbui panci Anda secara rutin. Oleskan minyak yang kaya lemak tak jenuh ganda, dan lakukan selama bertahun-tahun dengan lebih banyak menambahkan lapisan bumbu. Hal ini dilakukan agar panci tidak mudah berkarat dan menjadikan hidangan tidak lengket.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2019). Are cast iron pans unsafe?. Examine. Diakses pada 14 Agustus 2019. 

Emerit J, Beaumont C, Trivin F. Iron metabolism, free radicals, and oxidative injury. Biomed Pharmacother. (2001). 

McCord JM. Iron, free radicals, and oxidative injury. Semin Hematol. (1998).

WebMD. Iron. WebMD. Diakses pada 14 Agustus 2019.