fbpx
LOGO

Mengenal Royal Jelly, Makanan Si Ratu Lebah yang Kaya Manfaat

June 24, 2020
IMG

Royal Jelly adalah zat yang diproduksi oleh para lebah pekerja. Royal jelly bisa disebut sebagai makanan ratu lebah dan larva lebah madu. Kandungan royal jelly mirip seperti serbuk sari yakni terdiri atas 60% air, 12% protein, 10% gula, 3% lemak, 2% vitamin, garam, dan asam amino. Kandungan tersebut berubah tergantung dengan iklim dan wilayahnya.

 

Kini royal jelly banyak digunakan sebagai obat, umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi asma, alergi serbuk bunga, penyakit hati, pankreas, diabetes tipe 2, insomnia, kelelahan, sindrom pra menstruasi (PMS), infertilitas, gejala menopause, tukak lambung, penyakit ginjal, patah tulang, gangguan kulit, dan kolesterol tinggi. 

 

Royal jelly juga digunakan sebagai tonik kesehatan untuk melawan efek penuaan, dan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa orang mengoleskan royal jelly langsung ke kulit kepala untuk mendorong pertumbuhan rambut.

 

 

Manfaat Royal Jelly

 

 

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh dan Mengatasi Reaksi Alergi

Menurut sebuah studi pada tahun 2001 yang diterbitkan dalam jurnal International Immunopharmacology, pemberian royal jelly dengan dosis 1 gram per kilogram berat badan kepada hewan coba tikus terbukti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai reaksi alergi. Studi tersebut menunjukkan royal jelly menekan penyebab alergi (alergen) melalui kandungan anti-histamin. Histamin menstimulasi gatal karena alergi, sementara anti-histamin berfungsi mengurangi reaksi gatal yang berlebih (1). 

 

Royal jelly juga membantu tubuh merespon dengan cepat bakteri dan virus yang masuk, dengan meningkatkan respon imunitas. Royal jelly yang dikonsumsi per-oral diketahui mampu meningkatkan stimulasi pengambilan Antigen bakteri dan virus oleh sel M  pada dinding lambung. Sel M merupakan jenis sel epitel yang mirip dengan sel limfoid, proses ini sangat bermanfaat karena meningkatkan kekebaan tubuh sekaligus toleransi terhadap berbagai penyakit (2).

 

Kandungan asam lemak pada royal jelly juga diketahui dapat mencegah terjadinya infeksi dan ikut mendukung peningkatan fungsi kekebalan tubuh (3).

 

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Royal jelly terbukti terlibat dalam pengaturan photoaging pada kulit setelah terkena paparan radiasi ultraviolet-B. Hal tersebut terbukti dalam hasil penelitian yang dilakukan pada hewan coba tikus (4).

 

Suplementasi makanan dengan kandungan 1% royal jelly juga terbukti mampu meningkatkan fibroblas dan mempercepat penyembuhan luka. Royal jelly dapat melindungi kesehatan kulit dengan meningkatkan produksi kolagen. Kolagen yang terkandung dalam royal jelly secara tidak langsung juga memperbaiki kualitas kulit, mencegah terjadinya penuaan akibat stres oksidatif.

 

3. Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka Luar

Madu telah lama dikenal sebagai bahan herbal yang ampuh untuk percepatan dalam kesembuhan luka. Seperti halnya madu, royal jelly sebagai produk olahan dari hewan lebah ternyata juga memiliki manfaat yang signifikan dalam proses penyembuhan luka. 

 

Sebuah studi yang dilaksanakan pada tahun 2010, royal jelly yang diaplikasikan sesaat setelah luka terjadi, akan meningkatkan migrasi fibroblas dalam kurun waktu 24 jam. Fibroblas merupakan sel dalam jaringan ikat yang akan menghasilkan kolagen dan serat lainnya sehingga luka akan cepat menutup dan mengalami kesembuhan dengan lebih baik. Hal ini menjadi proses penting yang diperlukan dalam penyembuhan luka (5).

 

4. Mengandung Probiotik yang Bermanfaat

Royal jelly adalah sumber bifidobacteria, yakni bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Beberapa penelitian menyatakan terdapat efek lain dari adanya bakteri baik tersebut di dalam tubuh seperti peningkatan kekebalan tubuh dan anti-kanker (6).

 

5. Meningkatkan Kesuburan Pria

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Avicenna Journal of Phytomedicine menunjukkan bahwa mengonsumsi royal jelly dapat meningkatkan kesuburan pria. Hal ini berdasarkan evaluasi pemberian doyal jelly dengan dosis 100 mg/kg berat badan menunjukkan peningkatan parameter sperma, kadar testosteron, dan produksi malondialdehid pada tikus jantan. Jumlah sperma, motilitas sperma, viabilitas, kematangan, dan integritas DNA juga dianalisis dalam penelitian ini (7).

 

Pemberian royal jelly dengan dosis 25, 50 dan 100 miligram pada pria diketahui kurang signifikan dalam meningkatkan jumlah produksi sprema, namun sangat signifikan dalam meningkatkan motilitas atau daya gerak dan kecepatan sperma hingga 33% ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol (8).

 

Pemberian royal jelly sebesar 0.1% dalam menu makanan harian juga diketahui melindungi sperma dari kerusakan oksidatif yang terjadi akibat paparan hidrogen peroksida (9). 

 

6. Meringankan Gejala Menopause dan Pasca-Menopause

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi royal jelly dapat membantu mengurangi gejala menopause dan meningkatkan kualitas hidup pada wanita menopause. Mengonsumsi royal jelly selama tiga bulan akan meningkatkan kolestrol baik (HDL) dan menurunkan kolestrol jahat (LDL) pada wanita pasca menopouse.

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi royal jelly dengan dosis 800 miligram per hari selama 12 minggu dapat mengurangi nyeri punggung, nyeri pinggul dan meningkatkan rasa rileks pada wanita Jepang yang mengalami menopause (10).

 

Kombinasi royal jelly dengan minyak evening primrose, damiana dan ginseng juga terbukti dapat mengurangi gejala menopause seperti kelelahan fisik, meningkatkan kewaspadaan mental serta menurunkan kolesterol (11). 

 

7. Mengobati Osteoporosis

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Erciyes di Turki menyatakan bahwa royal jelly dapat mengurangi keropos tulang akibat osteoporosis serta meningkatkan kepadatan kalsium dan fosfat pada jaringan tulang (12).

 

8. Membantu Mengobati Penyakit Alzheimer

Penelitian terbaru menunjukkan royal jelly dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek karena terbukti memiliki peran bermanfaat pada fungsi sistem saraf. Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyakit pikun akibat pertambahan usia. Penyakit ini dikaitkan dengan gangguan belajar dan memori.

 

Karena jaringan otak mengandung banyak asam lemak tak jenuh yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas, zat antioksidan yang ditemukan dalam royal jelly berperan penting dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit neurodegeneratif tersebut. Penelitian ini berhasil membuktikan royal jelly dapat digunakan sebagai pengobatan alami Alzheimer yang potensial (13).

 

 

9. Membantu Mengurangi Gejala Muskositis

Pasien yang menerima kemoterapi akan mengalami muskositis, yakni gangguan kesehatan mulut sebagai dampak kemoterapi yang diterima. Royal jelly dapat membantu meringankan berbagai gejala yang terjadi akibat radioterapi dan kemoterapi. Penggunaan obat luar seperti obat kumur yang mengandung royal jelly memiliki efek penyembuhan pada muskositis yang parah. Hal ini disebabkan oleh kandungan anti-inflamasi dan antioksidan pada royal jelly (14, 15).

 

 

Sumber Makanan

 

Royal jelly merupakan makanan bagi ratu dan larva lebah yang dihasilkan dari lebah pekerja. Biasanya dapat ditemukan menempel dalam sarang lebah, bersamaan dengan madu. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis yang direkomendasikan untuk konsumsi royal Jelly berkisar antara 300 – 6000 miligram per hari. Sumber lain mengatakan mengonsumsi dosis royal jelly sebesar setengah sendok teh per hari mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin B. Royal jelly juga dapat dikonsumsi secara langsung, dicampur dengan madu, atau ditambahkan ke dalam minuman teh maupun jus. 

 

Untuk mencegah dan mengurangi gejala menopause, disarankan mengonsumsi 150 mg royal jelly setiap hari selama 3 bulan, atau konsumsi satu atau dua kapsul suplemen yang mengandung royal jelly dan serbuk sari bunga selama 12 minggu. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengkombinasikan royal jelly dengan minyak evening primrose, damiana, dan ginseng mampu mencegah dan mengurangi gejala menopause.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak: Royal jelly aman dikonsumsi hingga 6 bulan

 

Ibu hamil dan menyusui: Tidak ada informasi yang cukup dapat tentang penggunaan dan manfaat mengonsumsi royal jelly bagi ibu hamil dan menyusui. Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

 

Penderita kanker payudara: Hindari konsumsi royal jelly karena dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

 

Penderita asma dan alergi: Disarankan untuk tidak menggunakan royal jelly jika Anda menderita asma atau alergi terhadap produk lebah. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa reaksi serius, bahkan kematian.

 

Kulit yang meradang (dermatitis): Royal jelly mungkin memperburuk dermatitis. Sebaiknya hindari menggunakan royal jelly atau konsultasi terlebih dahulu.

 

Tekanan darah rendah: Royal jelly dapat menurunkan tekanan darah. Untuk orang dengan tekanan darah rendah sebaiknya hindari konsumsi royal jelly.

 

Orang yang sedang mengkonsumsi warfarin: Mengkombinasikan warfarin dengan royal jelly dapat meningkatkan memar atau pendarahan. Hindari mengkombinasikan keduanya.

 

 

Efek Samping

 

Royal jelly aman dikonsumsi oleh siapapun. Akan tetapi, dalam beberapa kasus royal jelly dapat menyebabkan reaksi alergi serius termasuk asma, pembengkakan tenggorokan, dan kematian. Dalam kasus yang lebih jarang, konsumsi royal jelly dapat menyebabkan pendarahan pada usus besar, disertai dengan gejala nyeri pada area perut. 

 

Royal jelly juga aman diaplikasikan secara langsung pada kulit. Namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan peradangan dan ruam apabila diaplikasikan secara langsung pada kulit kepala.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Royal jelly. Examine. Diakses pada 11 Juni 2019.

Oliver, Kyra. (2016). 10 royal treatments of royal jelly (no. 2 is brain food). Draxe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Webmd. (2018). Royal jelly. Diakses pada 11 Juni 2019.

Hill, Ansley. (2018). 12 potential health benefits of royal jelly. Healthline. Diakses dari  pada 11 Juni 2019.

Oka, H. et al. Suppression of allergic reactions by royal jelly in association with the restoration of macrophage function and the improvement of Th1/Th2 cell responses. International Immunopharmacology. (2011).

Kai H, et al. Royal jelly enhances antigen-specific mucosal IgA response. Food science & nutrition. (2013).

Fratini F, Cilia G, Mancini S, Felicioli A. Royal Jelly: An ancient remedy with remarkable antibacterial properties. Microbiol Res. (2016).

Park HM, et al. Royal jelly increases collagen production in rat skin after ovariectomy. J Med Food. (2012).

Kim J, et al. Royal jelly enhances migration of human dermal fibroblasts and alters the levels of cholesterol and sphinganine in an in vitro wound healing model. Nutr Res Pract. (2010).

Axe J. (2019). Probiotics: Top benefits, foods and supplements. Draxe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Al-Sanafi AE, et al. Effect of royal jelly on male infertility. Thi-Qar Medical Journal. (2007).

Asama T, et al. Royal jelly supplementation improves menopausal symptoms such as backache, low back pain, and anxiety in postmenopausal japanese women. Evid Based Complement Alternat Med. (2018).

Busch S. (2011). The benefits of rhodiola & ginseng. Healthfully. Diakses pada 11 Juni 2019.

Kafadar IH, et al. Royal jelly and bee pollen decrease bone loss due to osteoporosis in an oophorectomized rat model. Eklem Hastalik Cerrahisi. (2012).

Zamani Z, et al. Effect of royal jelly on spatial learning and memory in rat model of streptozotocin-induced sporadic AAzheimer’s disease. Adv Biomed Res. (2012).

Watanabe S, et al. Oral mucosal adhesive films containing royal jelly accelerate recovery from 5-fluorouracil-induced oral mucositis. J Pharmacol Sci. (2013).

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2019). Royal jelly. Sloan Kettering Institute. Diakses pada 11 Juni 2019.


Tags: , , , , , , , ,