fbpx
LOGO

Rutin Minum Kopi dapat Cegah Kerusakan DNA dan Alzheimer

August 26, 2020
IMG

Kopi adalah salah satu hidangan yang populer. Tingginya kandungan antioksidan dan beragam nutrisi lainnya menjadikan kopi bermanfaat bagi kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko kanker. Kopi juga dikenal sebagai penambah energi dan fokus.

 

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi kopi dapat mengurangi kerusakan DNA pada manusia. Penelitian tersebut melibatkan 50 pria dan 50 wanita di Eropa.

 

Selama periode sebelum intervensi dilakukan, partisipan diberikan 500 ml air putih setiap hari tanpa konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh. Saat periode intervensi, kelompok intervensi mengonsumsi 500 ml seduhan kopi hitam per hari. Sedangkan kelompok kontrol hanya meminum air putih tanpa konsumsi produk yang mengandung kafein lainnya.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi hitam secara teratur memiliki efek perlindungan yang menguntungkan pada integritas DNA pria maupun wanita. Disamping itu, kelompok kopi maupun air tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam berat badan atau asupan kalori (1). 

 

Sejalan dengan hasil penelitian tersebut, sebuah penelitian juga dilakukan untuk mencari hubungan kopi dengan kerusakan susunan DNA. Penelitian tersebut menunjukkan efek perlindungan pada DNA dapat diukur dalam 2 jam setelah asupan kopi pertama (2).

 

Hal ini tentunya menambah daftar temuan yang mengklaim manfaat kopi dalam melindungi kerusakan DNA. Penelitian sebelumnya yang diterbitkan tahun 2015 menemukan hasil yang serupa, dimana mengonsumsi kopi dalam jangka panjang berkorelasi dengan penurunan kerusakan latar belakang DNA pada partisipan yang sehat.

 

Selain itu, banyak penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi kopi mampu mengurangi 60 persen risiko terkena Parkinson, penyakit neurodegeneratif umum kedua setelah Alzheimer. Parkinson disebabkan oleh kematian neuron penghasil dopamin di otak (3, 4, 5).

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penyakit Parkinson yang jauh lebih rendah, dengan pengurangan risiko berkisar antara 32-60%. Kandungan yang diduga berperan dalam proses mencegah Parkinson adalah kafein (6, 7).

 

Meski begitu, tidak disarankan untuk mengonsumsi lebih dari 3 cangkir kopi sehari. Toleransi kafein setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, ketahuilah batas aman dan toleransi Anda terhadap kafein.

 

 

 

Referensi:

Gunnars, Kris. (2018). 13 Health benefits of coffee, based on science. Healthline. Diakses pada 07 Agustus 2019. 

Schipp D, Tulinska J, Sustrova M, et al. Consumption of a dark roast coffee blend reduces DNA damage in humans: Results from a 4-week randomised controlled study. European Journal of Nutrition. (2018).

Bakudraze T, Lang R, Hoffman T, Schipp D, Galan J, Eisenbrand G, Richling E. Coffee consumption rapidly reduces background dna strand breaks in healthy humans: Results of a short-term repeated uptake intervention study. Molecular and Nutrition Food Research. (2015). 

Hernán MA, Takkouche B, Caamaño‐Isorna F, Gestal‐Otero JJ. A meta‐analysis of coffee drinking, cigarette smoking, and the risk of Parkinson’s disease. Annals of Neurology. (2002).

Hu G, Bidel S, Jousilahti P, Antikainen R, Tuomilehto J. Coffee and tea consumption and the risk of Parkinson’s disease. Movement Disorders. (2007). 

Ross GW, Abbott RD, Petrovitch H, et al. Association of coffee and caffeine intake with the risk of Parkinson disease. JAMA. (2000).

Ascherio A, Zhang SM, et al. Prospective study of caffeine consumption and risk of Parkinson’s disease in men and women. Annals of Neurology. (2001).

Ascherio A, Weisskopf MG, O’Reilly EJ, et al. Coffee consumption, gender, and Parkinson’s disease mortality in the cancer prevention study II cohort: the modifying effects of estrogen. Am J Epidemiol. (2004).


Tags: ,