fbpx
LOGO

S. boulardii, Probiotik Ampuh Mengatasi Diare

August 20, 2020
IMG

Saccharomyces boulardii adalah ragi yang merupakan jenis jamur. Saccharomyces boulardii adalah organisme yang bersahabat dan memiliki manfaat bagi kesehatan usus dengan cara membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik dan buruk. Secara alami, S. Boulardii dapat ditemukan di kulit tanaman seperti leci dan manggis.

 

Bakteri Saccharomyces boulardii merupakan probiotik yang telah digunakan selama 30 tahun untuk mengobati dan mencegah diare, termasuk jenis infeksi seperti diare rotaviral pada anak-anak. Diare rotaviral adalah diare yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih bakteri jahat pada orang dewasa, diare pada perjalanan, dan diare yang berhubungan dengan makanan kaleng.

 

Saccharomyces boulardii juga digunakan untuk mencegah dan mengobati diare yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology pada 2010, S. Boulardii dapat membantu dalam perawatan dan atau pencegahan gangguan pencernaan tertentu, termasuk beberapa bentuk diare yang berbeda. 

 

Mengonsumsi antibiotik, diare traveler (terjadi ketika seseorang meminum makanan atau air yang terkontaminasi), diare akut dan persisten pada anak-anak, serta diare yang terkait dengan virus HIV dikatakan mampu ditangani dengan mengonsumsi S. Boulardii. Mengombinasikannya dengan antibiotik lain juga dikatakan dapat mengurangi kemungkinan terkena diare (1, 2, 3).

 

2. Membantu Mengobati Kolitis Ulserativa

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa S. Boulardii dapat membantu mengobati kolitis ulserativa. Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Gastroenterology and Hepatology pada tahun 2003 yang menemukan bahwa kombinasi Saccharomyces boulardii dengan mesalazine (obat antiinflamasi yang digunakan untuk mengobati penyakit radang usus) dapat membantu pasien dengan kolitis ulserativa.

 

Pada penelitian tersebut, 25 pasien dengan radang ulseratif ringan hingga sedang mengonsumsi Saccharomyces boulardii tiga kali sehari selama empat minggu. Dari 24 pasien yang menyelesaikan penelitian, 17 telah mengalami remisi pada akhir penelitian.

 

 

 

Sumber

 

S. boulardii dapat ditemukan secara alami pada:

Manggis

Leci

Yogurt

Kefir

Miso

Kimchi

Kombucha

Sauerkraut

 

 

Dosis

 

Dosis S. boulardii untuk anak-anak:

Untuk diare pada pengguna antibiotik: Konsumsi 250 mg Saccharomyces boulardii sekali atau dua kali sehari selama durasi antibiotik.

 

Untuk diare umum: Konsumsi 250 mg Saccharomyces boulardii sekali atau dua kali sehari selama 5 hari untuk mengatasi diare akut.

 

Untuk mengobati diare persisten: Konsumsi 1.750 miliar hingga 175 triliun unit pembentuk koloni Saccharomyces boulardii, dua kali sehari selama 5 hari.

 

Untuk mencegah diare pada orang yang menerima makanan tabung: Konsumsi 500 mg Saccharomyces boulardii empat kali sehari.

 

Untuk diare rotaviral: Konsumsi 200-250 mg Saccharomyces boulardii, dua kali sehari selama 5 hari.

 

Dosis S. boulardii untuk orang dewasa:

Untuk diare pada pengguna antibiotik: Konsumsi 250-500 mg Saccharomyces boulardii, 2-4 kali sehari selama 2 minggu paling sering digunakan. Dalam kebanyakan kasus, dosis harian tidak melebihi 1 gram setiap hari.

 

Untuk diare yang disebabkan oleh Clostridium difficile: Untuk mencegah kekambuhan, konsumsi 500 mg Saccharomyces boulardii dua kali sehari selama 4 minggu bersama dengan pengobatan antibiotik.

 

Untuk diare yang disebabkan oleh Helicobacter pylori: Konsumsi 500-1000 mg Saccharomyces boulardii setiap hari selama 1-4 minggu.

 

Untuk diare yang terkait dengan HIV: Konsumsi 3 gram Saccharomyces boulardii setiap hari.

 

Untuk diare travel: Konsumsi 250-1000 mg Saccharomyces boulardii setiap hari selama 1 bulan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

 

• Antifungal: Mengombinasikan Saccharomyces boulardii dengan obat infeksi jamur dapat mengurangi efektivitas Saccaromyces boulardii. Beberapa obat untuk infeksi jamur seperti flukonazol (Diflucan), terbinafine (Lamisil), itraconazole (Sporanox), dan lain-lain.

 

 

Efek Samping

 

Kembung

Gas pada perut

Fungemia (kondisi yang ditandai kehadiran jamur pada darah).

 

 

Kontraindikasi

 

Bayi

Wanita hamil atau menyusui

Orang lanjut usia

Pasien immunocompromised

Alergi terhadap ragi

 

 

Referensi:

Smith, Sarah. (2019). What to know about saccharomyces boulardii: Benefits & uses, Onnit. Diakses  pada 05 Agustus 2019.

Wong, Cathy. (2019). The health benefits of saccharomyces boulardii. Verywell Health. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Bowman, Joe. (2014). Which yeast is best for your gut?. Healthline. Diakses pada 05 Agustus 2019.

WebMD. (2018). Saccharomyces boulardii. WebMD. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Surawicz CM, Elmer GW, Speelman P, McFarland LV, Chinn J, van Belle G. Prevention of antibiotic-associated diarrhea by Saccharomyces boulardii: A prospective study. Gastroenterology. (1989). 

Kollaritsch H, Holst H, Grobara P, Wiedermann G. Prophylaxe der Reisediarrhöe mit Saccharomyces boulardii. Ergebnisse einer plazebokontrollierten Doppelblindstudie [Prevention of traveler’s diarrhea with Saccharomyces boulardii. Results of a placebo controlled double-blind study]. Fortschr Med. (1993).

Bleichner G, Bléhaut H, Mentec H, Moyse D. Saccharomyces boulardii prevents diarrhea in critically ill tube-fed patients. A multicenter, randomized, double-blind placebo-controlled trial. Intensive Care Med. (1997). 


Tags: