fbpx
LOGO

Secantik Bentuknya, 6 Manfaat Bunga Dandelion Ini Akan Membuatmu Terpana

July 25, 2020
IMG

Dandelion (Taraxacum officinale) atau dikenal juga sebagai randa tapak, adalah tanaman berbunga yang umum ditemukan di Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Tanaman ini memiliki bunga-bunga kecil pada satu kepala bunga.

 

Ketika musim berbunga telah usai, kelopak bunga dandelion akan mengering dan meninggalkan biji berwarna hitam beserta kepala biji berbulu putih. Biji inilah yang ketika tertiup oleh angin, akan terbang dan menumbuhkan tanaman dandelion baru.

 

Akar dan batang dandelion dapat diolah menjadi salad hijau yang menyehatkan. Akarnya juga dapat diolah menjadi teh bahkan pengganti kopi. Ekstrak tanaman dandelion mengandung banyak mineral seperti zat besi, kalsium, magnesium serta potasium. Kandungan vitamin dalam tumbuhan semak ini antara lain vitamin A, C, E, K, folat, serta terdapat kandungan vitamin B.

 

Dandelion juga memiliki efek diuretik yakni mengeluarkan kelebihan atau penumpukan air dalam tubuh.

 

Selama berabad-abad, dandelion digunakan untuk mengobati segudang penyakit fisik, termasuk kanker, jerawat, gangguan pada organ liver atau hati, dan berbagai gangguan pencernaan.

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Mencegah Kanker

Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak akar dan daun dandelion memiliki efek memperlambat dan mengurangi secara signifikan pertumbuhan sel kanker di hati, usus besar dan jaringan pankreas (1, 2, 3). Selain itu, ekstrak akarnya juga dapat membantu mengobati leukimia atau kanker darah, kanker payudara, dan kanker prostat (4, 5)

 

Sebuah penelitian dilaksanakan di University of Windsor, Kanada, menguji efek akar dandelion terhadap pertumbuhan sel kanker kulit. Temuan menunjukkan akar dandelion dapat membunuh sel kanker hanya dalam waktu 48 jam setelah pemberian.

 

Hal ini serupa dengan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Oncotarget, dimana ekstrak akar dandelion mampu membunuh 95 % sel kanker usus besar hanya dalam kurun waktu dua hari (6, 7).

 

2. Membantu Menurunkan Kolesterol

Beberapa senyawa bioaktif dalam tanaman dandelion dapat menurunkan kolesterol, yang menjadi faktor risiko terjadinya berbagai penyakit jantung. Pada sebuah penelitian dengan model kelinci, pemberian diet tinggi kolesterol ditambah dengan ekstrak akar dandelion menghasilkan penurunan kadar kolesterol total, trigliserida (lemak dalam darah) dan kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein) serta menunjukkan peningkatan kolesterol baik (HDL – High Density Lipoprotein) (8).

 

Penelitian lain yang melibatkan tikus sebagai hewan coba juga menunjukkan penurunan kadar kolesterol dan trigliserida ketika tikus diberikan ekstrak daun dandelion sebesar 2 – 5 gram/kg berat badan bersama dengan diet tinggi lemak.

 

Selain itu juga terjadi penurunan berat badan, ukuran hati, kadar gula darah puasa, serta terjadi peningkatan aktivasi protein AMPK (AMP-activated protein kinase) yang meningkatkan pembakaran lemak di otot dan hati
(9).

 

Meskipun begitu, diperlukan penelitan lebih lanjut mengenai efektivitas dandelion terhadap kadar kolesterol pada manusia.

 

3. Kaya Akan Antioksidan

Dandelion dikenal sebagai tanaman yang kaya akan antioksidan, sehingga memiliki manfaat kesehatan yang sangat baik. Antioksidan berfungsi melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang dapat mengakibatkan kerusakan sel dan masalah kesehatan kronis, seperti kanker, gangguan organ hati atau liver, dan mencegah proses penuaan dini (10).

 

Dandelion mengandung jenis antioksidan beta-karoten tingkat tinggi, yang mampu memberikan perlindungan kuat terhadap kerusakan sel dan stres oksidatif (11). Akar, batang, daun, dan bunga dandelion juga tinggi akan polifenol.

 

Polifenol adalah salah satu jenis antioksidan yang mampu mencegah penyakit jantung, diabetes, mengatasi obesitas, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Dandelion juga menjadi herbal yang direkomendasikan sebagai alternatif pengobatan diabetes tipe 2 karena memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif antara lain asam chicoric, taraxasterol, asam klorogenik, dan sesquiterpen lakton (12).

 

 

 

4. Membantu Menjaga Kesehatan Hati dan Pencernaan 

Secara tradisional, dandelion digunakan sebagai obat untuk mengobati konstipasi atau sembelit dan berbagai gejala gangguan pencernaan lainnya. Sebuah penelitian yang menggunakan model hewan menemukan fakta bahwa pemberian ekstrak dandelion pada tikus dapat meningkatkan kontraksi lambung sehingga mempercepat pengosongan isi lambung menuju usus halus (13).

 

Akar dandelion juga kaya akan kandungan serat berjenis inulin prebiotik. Sebuah meta-analisis dilaksanakan dengan melibatkan berbagai penelitian dan memiliki jumlah total 252 orang partisipan yang diberikan diet tinggi inulin termasuk dari ekstrak dandelion.

 

Setelah dilaksanakan analisis, diketahui bahwa diet tinggi inulin memiliki kapasitas yang kuat untuk mencegah terjadinya sembelit, mempengaruhi konsistensi feses, serta meningkatkan pergerakan usus (14).

 

Pemberian ekstrak daun dandelion sebesar 200 mg/kg yang diberikan bersama makanan setiap harinya menunjukkan efek antioksidan, anti-inflamasi, serta menunjukkan perlindungan pada organ hati dengan meningkatkan agen pembersih (scavenger) radikal bebas terhadap organ hati tikus yang mengalami keracunan acetaminofen atau paracetamol, obat umum anti-nyeri dan anti-demam. Kandungan fenol dalam ekstrak daun dandelion berperan penting pada proses ini (15).

 

Penelitian lain juga menunjukkan kemampuan dandelion dalam menurunkan jumlah lemak yang tersimpan dalam hati, dan perlindungan jaringan hati dari stres oksidatif (9). 

 

5. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang

Dandelion merupakan sumber vitamin K dan kalsium, yang tentunya sangat baik bagi kesehatan tulang, terutama mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis melalui peningkatan kepadatan tulang (16, 17).

 

Kandungan inulin yang terkandung pada akar dandelion juga terbukti menjadi prebiotik (makanan bagi bakteri baik dalam saluran pencernaan) sehingga mendukung penyerapan kalsium dengan lebih optimal (18).

 

6. Bersifat Anti-Inflamasi dan Mencegah Infeksi

Berdasarkan studi pada hewan dan manusia, dandelion mampu mencegah infeksi saluran kemih serta gangguan kandung kemih, masalah ginjal dan bahkan kista pada organ reproduksi (19).

 

Manfaat ini didukung dengan adanya sebuah penelitian yang menggunakan 8 gram dandelion (dalam ekstrak etanol 95%), dan diberikan sebanyak tiga kali sehari pada subyek penelitian dewasa sehat. Setelah dievaluasi, partisipan melaporkan peningkatan frekuensi buang air kecil yang relatif sama pada satu hari sebelum dan setelah suplementasi. Hal ini menunjukkan ekstrak dandelion memiliki efek diuretik yang bekerja cepat dan tahan lama (20).

 

Berbagai penelitian juga menunjukkan manfaat dandelion dalam mencegah replikasi virus termasuk HIV (21), serta menunjukkan perlindungan terhadap bakteri berbahaya berjenis Staphilococcus (22).

 

Pada penelitian dengan uji coba sel dan hewan, ekstrak dandelion juga terbukti melindungi tubuh terutama kulit dari peradangan, iritasi, meningkatkan kelembapan kulit dan produksi kolagen (anti-inflamasi) (23). Ekstrak bunga dandelion juga menunjukkan efek perlindungan kulit dari paparan sinar UVB, terutama ketika dioleskan langsung (24).

 

Meski penelitian terhadap manusia masih sangat terbatas, namun dandelion menjadi herbal yang potensial untuk dikembangkan. 

 

 

Sumber Makanan

 

Akar, daun, dan bunga dari tanaman dandelion

 

 

Dosis Pemakaian

 

Belum ada dosis standar untuk suplementasi dandelion. Disarankan untuk mengikuti petunjuk pada label kemasan dari produk olahan dandelion yang dijual bebas atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan.

 

Anda juga dapat mencampurkan sekitar 100 gram dandelion segar ke dalam salad untuk memenuhi 10-15% dari kebutuhan potasium harian. Dosis tersebut setara dengan sekitar 10 gram dari berat kering tanaman, dengan asumsi kadar air berkisar antara 87-90%.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Ekstrak daun uva vursi: Kombinasi keduanya dikatakan mampu mengurangi infeksi saluran kemih pada wanita. Uva vursi bekerja dengan membunuh bakteri, dan dandelion digunakan untuk meningkatkan aliran urin dan melawan infeksi.

 

 

Efek Samping

 

Diare

Mulas

Bengkak, gatal atau kemerahan pada kulit (dermatitis kontak), terutama pada orang dengan kulit sensitif.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Alergi terhadap tanaman berbunga sejenis ragweed, aster atau thistle.

 

Jangan menggunakan ekstrak dandelion jika Anda sedang mengonsumi obat seperti warfarin, litium, pil diuresis atau pil air (termasuk amiloride, spironolactone, dan triamterene), antibiotik (termasuk enoxacin, norfloxacin, trovafloxacin, ciprofloxacin, sparfloxacin, dan grepafloxacin), serta obat-obatan yang diubah oleh substrat hati (amitriptyline, haloperidol, ondansetron,  propranolol, theophylline, dan verapamil).

 

 

Referensi

Link, Rachael. (2017). Dandelion root benefits vs. dandelion greens benefits. Dr Axe. Diakses  pada 16 Juli 2019.

Hill, Ansley. (2018). 13 Potential health benefits of dandelion. Healthline. Diakses pada 16 Juli 2019.

Patel, Kamal. (2014). Taraxacum officinale. Examine. Diakses pada 16 Juli 2019.

Ruggeri, Christine. (2018). Dandelion tea for liver detox, healthy skin & stomach. Dr Axe. Diakses pada 16 Juli 2019.

WebMD. (2018). Dandelion. WebMD. Diakses pada 16 Juli 2019. 

Rehman G, Hamayun M, Iqbal A, et al. Effect of methanolic extract of dandelion roots on cancer cell lines and amp-activated protein kinase pathway. Front Pharmacol. (2017).

Ovadje P, Chochkeh M, Akbari-Asl P, Hamm C, Pandey S. Selective induction of apoptosis and autophagy through treatment with dandelion root extract in human pancreatic cancer cells. Pancreas. (2012). 

Ovadje P, Ammar S, Guerrero JA, Arnason JT, Pandey S. Dandelion root extract affects colorectal cancer proliferation and survival through the activation of multiple death signalling pathways. Oncotarget. (2016). 

Ovadje P, Hamm C, Pandey S. Efficient induction of extrinsic cell death by dandelion root extract in human chronic myelomonocytic leukemia (CMML) cells. PLoS One. (2012). 

Sigstedt SC, Hooten CJ, Callewaert MC, et al. Evaluation of aqueous extracts of Taraxacum officinale on growth and invasion of breast and prostate cancer cells. Int J Oncol. (2008). 

Chatterjee SJ, Ovadje P, Mousa M, Hamm C, Pandey S. The efficacy of dandelion root extract in inducing apoptosis in drug-resistant human melanoma cells. Evid Based Complement Alternat Med. (2011). 

Choi UK, Lee OH, Yim JH, et al. Hypolipidemic and antioxidant effects of dandelion (Taraxacum officinale) root and leaf on cholesterol-fed rabbits. Int J Mol Sci. (2010). 

Davaatseren M, Hur HJ, Yang HJ, et al. Taraxacum official (dandelion) leaf extract alleviates high-fat diet-induced nonalcoholic fatty liver. Food Chem Toxicol. (2013). 

Obrenovich ME, Li Y, Parvathaneni K, et al. Antioxidants in health, disease and agingCNS Neurol Disord Drug Targets. (2011).

Khoo HE, Prasad KN, Kong KW, Jiang Y, Ismail A. Carotenoids and their isomers: Color pigments in fruits and vegetables. Molecules. (2011). 

Wirngo FE, Lambert MN, Jeppesen PB. The physiological effects of dandelion (taraxacum officinale) in type 2 diabetes. Rev Diabet Stud. (2016).

Jin YR, Jin J, Piao XX, Jin NG. The effect of Taraxacum officinale on gastric emptying and smooth muscle motility in Rodents. Neurogastroenterol Motil. (2011). 

Collado Yurrita L, San Mauro Martín I, Ciudad-Cabañas MJ, Calle-Purón ME, Hernández Cabria M. Effectiveness of inulin intake on indicators of chronic constipation; a meta-analysis of controlled randomized clinical trials. Nutr Hosp. (2014). 

Colle D, Arantes LP, Gubert P, et al. Antioxidant properties of Taraxacum officinale leaf extract are involved in the protective effect against hepatoxicity induced by acetaminophen in mice. J Med Food. (2012). 

Luo LZ, Xu L. Vitamin k and osteoporosis. Zhongguo Yi Xue Ke Xue Yuan Xue Bao. (2003). 

Zhu K, Prince RL. Calcium and bone. Clin Biochem. (2012). 

McCabe L, Britton RA, Parameswaran N. Prebiotic and probiotic regulation of bone health: Role of the intestine and its microbiome. Curr Osteoporos Rep. (2015). 

Clare BA, Conroy RS, Spelman K. The diuretic effect in human subjects of an extract of Taraxacum officinale folium over a single day. J Altern Complement Med. (2009). 

Jia YY, Guan RF, Wu YH, et al. Taraxacum mongolicum extract exhibits a protective effect on hepatocytes and an antiviral effect against hepatitis B virus in animal and human cells. Mol Med Rep. (2014).

Kenny O, Brunton NP, Walsh D, Hewage CM, McLoughlin P, Smyth TJ. Characterisation of antimicrobial extracts from dandelion root (Taraxacum officinale) using LC-SPE-NMR. Phytother Res. (2015). 

Cho JW, Jeong YS, Han J, et al. Skin hydration and collagen synthesis of af-343 in hs68 cell line and nc/nga mice by filaggrin expression and suppression of matrix metallopreteinase. Toxicol Res. (2011). 

Yang Y, Li S. Dandelion extracts protect human skin fibroblasts from uvb damage and cellular senescence. Oxid Med Cell Longev. (2015).


Tags: , , , , ,