fbpx
LOGO

Sering Disamakan dengan Mint, Ini Manfaat Lemon Balm Sebagai Nootropik

October 9, 2020
IMG

Lemon balm (Melissa officinalis) adalah tanaman asli daerah Mediterania dan telah dibudidayakan selama lebih dari 2.000 tahun. Tanaman ini berasal dari keluarga mint, memiliki aroma lemon, dan pada awal penemuannya tanaman ini hanya digunakan untuk menarik perhatian lebah madu.

 

Lemon balm merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul “Apa itu nootropik?”

 

Lemon balm mengandung dua senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan otak, yaitu asam rosmarinik dan eugenol. Eugenol merupakan antioksidan yang 5x lebih kuat dari antioksidan pada vitamin E. Eeugenol sendiri berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

 

Asam rosmarinik berperan menghambat enzim transaminase GABA, sehingga menjaganya dalam kadar yang normal dan menghasilkan efek menenangkan.

 

Secara historis, lemon balm telah digunakan untuk melawan kebingungan mental, memperpanjang usia, meningkatkan daya ingat, dan mempertajam penglihatan. Lemon balm umum digunakan untuk mengurangi stres dan depresi,serta mengatasi serangan panik.

 

Lemon balm juga membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, menstabilkan suasana hati, serta meningkatkan daya ingat dan pembelajaran.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif

Lemon balm bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter asetilkolin (ACh) di dalam otak. Asetilkolin menjaga sinyal dari otak agar tetap aktif, dan begitu digunakan otak akan menggantikan asetilkolin dengan enzim yang disebut asetilkolinesterase (AChE) (1).

 

Namun terlalu banyak AchE justru dapat membatasi pensinyalan otak. Untuk mengatasi hal ini senyawa asam rosmarinik dalam lemon balm mendorong aliran darah, yang membantu menjaga sel-sel otak agar tidak mati, dan menghambat perubahan asetilkolin menjadi AchE.

 

Proses ini membuat otak terstimulasi untuk meningkatkan pembentukan memori, menghilangkan kabut otak, serta meningkatkan, dan mendukung suasana hati (2, 3).

 

Terapi lemon balm juga mampu meningkatkan pemecahan masalah dan daya ingat pada berbagai kelompok tingkatan usia, termasuk pada pasien Alzheimer (4). 

 

2. Mengurangi stres dan depresi

Kadar glutamat yang tinggi akan menyebabkan kematian sel otak. Sifat anti-kecemasan pada lemon balm berfungsi mempromosikan sekaligus menyeimbangkan produksi GABA, penghambat glutamat, sehingga merangsang sel-sel otak untuk aktif dan menimbulkan efek menenangkan.

 

Ketika kadar glutamat seimbang, terjadilah peningkatan daya ingat dan pengaturan suasana hati yang jauh lebih baik. Secara tidak langsung, lemon balm dapat mengurangi stres dan depresi (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Lemon balm

 

Dosis

 

Dosis lemon balm yang disarankan adalah 300 mg ekstrak lemon balm 2`-3 kali per hari. Untuk dijadikan teh, gunakan daun lemon balm kering sebanyak 1 – 2 gram per gelas.

 

Sangat disarankan mengonsumsi lemon balm di pagi hari untuk mengatasi kecemasan, dan menjelang malam untuk mendukung relaksasi dan kualitas tidur.

 

Efek Samping

 

• Pusing 

• Peningkatan nafsu makan

• Mual & muntah

• Sakit perut

• Mengi

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Diabetes

Hipotiroid

Pasien pra operasi

 

Hindari kombinasi lemon balm dengan obat tiroid, obat anti-kecemasan, antihistamin (obat alergi), perelaksasi otot, obat anti-kejang, dan berbagai jenis obat penenang.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Lemon balm. Nootropics Expert. Diakses pada 11 September 2019.

WebMD. (2018).  Lemon balm. WebMD. Diakses pada 11 September 2019.

Kennedy DO, Wake G, Savelev S, Tildesley NT, Perry EK, Wesnes KA, Scholey AB. Modulation of mood and cognitive performance following acute administration of single doses of Melissa officinalis (Lemon balm) with human CNS nicotinic and muscarinic receptor-binding properties. Neuropsychopharmacology. (2003). 

Luan H, Kan Z, Xu Y, Lv C, Jiang W. Rosmarinic acid protects against experimental diabetes with cerebral ischemia: relation to inflammation response. J Neuroinflammation. (2013).

Obulesu M, Rao DM. Effect of plant extracts on Alzheimer’s disease: An insight into therapeutic avenues. J Neurosci Rural Pract. (2011). 

Kennedy DO, Little W, Scholey AB. Attenuation of laboratory-induced stress in humans after acute administration of Melissa officinalis (lemon balm). Psychosom Med. (2004).

Yoo DY, Choi JH, Kim W, Yoo KY, Lee CH, Yoon YS, Won MH, Hwang IK. Effects of Melissa officinalis L. (lemon balm) extract on neurogenesis associated with serum corticosterone and GABA in the mouse dentate gyrus. Neurochem Res. (2011).


Tags: , , ,