fbpx
LOGO

Sinefrin (Synephrine), Senyawa dalam Jeruk yang Kaya Manfaat

July 25, 2020
IMG

Sinefrin (Synephrine) adalah senyawa aktif yang ditemukan pada jeruk pahit atau bitter orange (Citrus aurantium). Senyawa ini juga terkandung dalam jeruk sitrus terutama varian Seville dan Satsuma serta dalam Evodia rutaecarpa yang merupakan tanaman asli dan tumbuh subur di berbagai penjuru benua Asia. Bagian kulit, bunga, daun, buah, dan jus buahnya digunakan untuk membuat obat. Minyak jeruk pahit sendiri terbuat dari bagian kulit dan bunga. 

 

Berbagai manfaat jeruk sitrus antara lain membantu menurunkan berat badan, sakit perut, dan meningkatkan kinerja olahraga. Tetapi sejauh ini ilmu pengetahuan hanya menunjukkan manfaat minyak sinefrin untuk pengobatan infeksi kulit jamur, seperti kurap dan kutu air.

 

Sinefrin juga diketahui memiliki manfaat yang mirip dengan efedrin, senyawa pada tanaman obat ephedra (Ephedra sinica). Sementara pada tahun 2004, FDA melarang ephedra karena efek samping serius pada jantung, sinefrin tidak ditemukan memiliki efek samping yang sama dan dianggap aman untuk digunakan dalam suplemen (1).

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan

Selama lebih dari 2.000 tahun, pengobatan tradisional Cina telah menggunakan jeruk sitrus untuk mengobati berbagai gangguan pencernaan. Penduduk asli hutan Amazon juga biasa menggunakannya untuk meredakan mual dan gangguan pencernaan. 

 

Sebuah studi tahun 1998 dari Cina melaporkan bahwa sinefrin memiliki efektivitas yang hampir sama dengan obat kisaprida, yakni obat yang umum digunakan untuk mengobati gangguan refluks asam lambung (GERD) (2). Penelitian lain juga telah membuktikan bahwa sinefrin mampu menurunkan pergerakan otot usus. Otot-otot usus yang terlalu aktif erat kaitannya dengan sejumlah gangguan dalam lambung, seperti sindrom iritasi usus dan sembelit (3, 4).

 

2. Membantu Membakar Lemak Tubuh

Pemberian suplemen p-synephrine sebelum berolahraga mampu meningkatkan pembakaran lemak dibandingkan dengan pembakaran karbohidrat selama berolahraga. Selain itu tidak ditemukan efek samping negatif sinefrin pada ketidakteraturan irama jantung (5).

 

Penelitian lainnya menyatakan kombinasi kafein dosis kecil dengan ekstrak jeruk pahit (Citrus aurantium) menyebabkan pembakaran jumlah lemak yang lebih tinggi saat istirahat dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo. Efek samping seperti peningkatan denyut jantung pun tidak ditemukan (6, 7). Adapun jumlah pembakaran lemak saat istirahat tidak sebanyak ketika p-synephrine diberikan bersamaan dengan kafein, namun pemberian sinefrin secara tunggal mampu membakar lebih banyak lemak selama berolahraga (8).

 

Hasil tersebut sejalan dengan tinjauan studi dari Universitas Georgetown pada tahun 2012, bahwa suplemen ekstrak jeruk sitrus atau sinefrin, baik dikonsumsi secara tunggal ataupun dalam bentuk produk kombinasi dengan kafein, secara signifikan mampu meningkatkan tingkat metabolisme istirahat dibandingkan dengan kelompok plasebo. Meskipun dalam hal penurunan berat badan, suplemen ini menunjukkan hasil yang tidak terlalu signifikan (9).

 

3. Mengobati Infeksi Kulit Karena Jamur & Mempercepat Penyembuhan Luka

Minyak jeruk sitrus, yang mengandung sinefrin dan bahan aktif lainnya telah terbukti mampu mengobati infeksi jamur pada kulit tubuh, kaki, dan selangkangan dalam 2 hingga 3 minggu pemberian (10).

 

Studi yang dilaksanakan di negara Mesir menyatakan bahwa mengaplikasikan emulsi atau salep minyak atsiri jeruk sitrus 25%, tiga kali sehari, dapat mengobati infeksi jamur tinea corporis (kurap) dan tinea pedis (kutu air) dalam kurun waktu satu hingga tiga minggu pemberian (11).

 

Mengonsumsi jeruk pahit yang kaya akan kandungan sinefrin dan vitamin C juga terbukti mempercepat penyembuhan luka tekan atau bed sores. Vitamin C dosis tinggi (45  – 90 miligram per 100 gram) yang terkandung dalam jeruk pahit menginduksi kemunculan kolagen yang sangat baik bagi perbaikan dan penyembuhan luka (12). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Sinefrin banyak terkandung dalam buah, kulit dan bunga tanaman jeruk pahit (Citrus aurantium), jeruk sitrus varian Seville dan Satsuma, serta tanaman Evodia rutaecarpa.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Ekstrak sinefrin tersedia dalam bentuk sediaan bubuk, tablet, kapsul, minyak esensial, krim, ataupun salep oles.

 

Dosis sinefrin yang disarankan adalah 10 – 20 mg, diminum tiga kali sehari. Dosis 50 mg juga sering digunakan, meskipun tidak dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari.

 

Sinefrin dapat dijadikan sebagai aromaterapi. Tuangkan beberapa tetes minyak esensial jeruk sitrus ke dalam diffuser. Minyak sinefrin dapat dihirup secara langsung ataupun dioleskan pada kulit dengan tambahan satu atau dua minyak dasar atau carrier (seperti minyak jojoba atau almond). Batas aman konsentrasi minyak esensial sinefrin adalah 5% atau sekitar 30 tetes per satu ons minyak carrier.

 

Untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, oleskan minyak esensial sinefrin pada bagian yang terkena infeksi sebanyak sekali sehari selama satu hingga tiga minggu.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Sinefrin dapat dikombinasikan dengan:

• Kafein: Kombinasi keduanya mampu meningkatkan efek sinefrin untuk pembakaran lemak, dan penurunan berat badan. Namun karena memiliki sifat stimulan yang mirip satu dengan lain, waspadai kemungkinan adanya efek samping seperti gemetar sakit kepala, peningkatan tekanan darah dan nadi, serta kondisi sensitif terhadap cahaya matahari. 

 

Gliclazide (digunakan untuk mengendalikan diabetes): Sinferin membantu meningkatkan efektivitas gliclazide dalam menurunkan kadar gula darah.

 

 

Efek Samping

 

Gelisah

Sakit kepala

Jantung berdebar

Peningkatan tekanan darah

Sensitivitas terhadap matahari (termasuk peningkatan risiko terbakar matahari)

Halusinasi/psikosis

Kejang koroner dan trombosis

Gangguan irama jantung (fibrilasi ventrikel)

Penurunan ukuran otot (rhabdomyolysis)

Gagal ginjal

Gumpalan darah

Kerusakan saraf karena peningkatan tekanan pada otot (sindrom kompartemen bilateral)

Nyeri dada (angina)

Stroke

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Glaukoma

Orang dengan masalah jantung

Gangguan irama jantung atau aritmia

Pasien pra-operasi

 

Hindari mengkombinasikan sinefrin dengan MAOIs (obat anti-depresan), obat penenang (benzodiazepin), obat anti-diabetes, obat untuk hipertensi, obat yang diubah oleh substrat hati, dan obat stimulan lainnya. 

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Synephrine. Examine. Diakses pada 15 Juli 2019.

Stibich, Mark. (2019). Health benefits of bitter orange. Very Well Fit. Diakses pada 15 Juli 2019.

Cohen, Joe. (2019). 10 Potential benefits of synephrine + side effects. Self Hacked. Diakses pada 15 Juli 2019.

WebMD. (2018). Bitter orange. WebMD. Diakses pada 15 Juli 2019.

Julson, Erica. (2018). Can thermogenic supplements help you burn fat?. Healthline. Diakses pada 15 Juli 2019. 

Stohs SJ. Safety, Efficacy, and mechanistic studies regarding citrus aurantium (bitter orange) extract and p-synephrine. Phytother Res. (2017).

Lin J, Cai G, Xu JY. A comparison between Zhishi Xiaopiwan and cisapride in treatment of functional dyspepsia.  World J Gastroenterol. (1998).

Fang YS, Shan DM, Liu JW, et al. Effect of constituents from Fructus Aurantii Immaturus and Radix Paeoniae Alba on gastrointestinal movement. Planta Med. (2009). 

Bielefeldt K, Tuteja A, Nusrat S. Disorders of gastrointestinal hypomotility. F1000Res. (2016). 

Gutiérrez-Hellín J, Del Coso J. Dose-response effects of p-synephrine on fat oxidation rate during exercise of increasing intensity. Phytother Res. (2018). 

Seifert JG, Nelson A, Devonish J, Burke ER, Stohs SJ. Effect of acute administration of an herbal preparation on blood pressure and heart rate in humans. Int J Med Sci. (2011). 

Ratamess NA, Bush JA, Kang J, et al. The effects of supplementation with p-synephrine alone and in combination with caffeine on metabolic, lipolytic, and cardiovascular responses during resistance exercise. J Am Coll Nutr. (2016). 

Gutiérrez-Hellín J, Del Coso J. Acute p-synephrine ingestion increases fat oxidation rate during exercise. Br J Clin Pharmacol. (2016).

Stohs SJ, Preuss HG, Shara M. A Review of the human clinical studies involving citrus aurantium (bitter orange) extract and its primary protoalkaloid p-synephrine. Int J Med Sci. (2012). 

Shawky E. Determination of synephrine and octopamine in bitter orange peel by HPTLC with densitometry. J Chromatogr Sci. (2014). 

Ramadan W, Mourad B, Ibrahim S, Sonbol F. Oil of bitter orange: New topical antifungal agent. Int J Dermatol. (1996). 

Office of Dietary Supplements (ODS). (2018). Vitamin c. Office of Dietary Supplements. Diakses pada 15 Juli 2019.


Tags: , , , ,