fbpx
LOGO

Mengenal Yamabushitake, Jamur Berbentuk Surai Singa

June 24, 2020
IMG

Yamabushitake atau dikenal dengan sebutan jamur surai singa adalah salah satu jamur yang biasa digunakan sebagai makanan diet dan suplemen. Yamabushitake sangat populer baik sebagai kuliner maupun obat di Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea.

 

Yamabushitake dapat dinikmati secara mentah, dimasak, dikeringkan, atau dijadikan teh. Yamabushitake memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh, terutama otak, hati, dan usus.

 

Penelitian menyebutkan yamabushitake bersifat sebagai anti-kanker, anti-diabetik, anti-hipertensi, anti-aging, berperan sebagai antibiotik, serta dapat meningkatkan fungsi kognitif. 

 

 

Manfaat Yamabushitake

 

1. Mencegah Penyakit Jantung

Sebuah penelitian menemukan bahwa ekstrak yamabushitake dapat mencegah peningkatan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan HDL atau kolesterol baik, dan menurunkan trigliserida dalam aliran darah, yang merupakan indikator awal penyakit jantung (1, 2).

 

Yamabushitake juga dapat mencegah pembekuan darah dan membantu mengurangi risiko stroke dan aterosklerosis (3).

 

Aterosklerosis adalah kondisi terjadinya penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukan lemak atau kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya aliran darah ke organ dan jaringan, sehingga dapat menyebabkan komplikasi penyakit. Stroke adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh aterosklerosis. 

 

2. Membantu Mengobati Diabetes

Yamabushitake diketahui memiliki manfaat dalam pengobatan diabetes melalui proses peningkatan kontrol pada gula darah (glukosa) serta mengurangi beberapa efek samping dari gula darah yang tidak teregulasi dengan baik dalam tubuh.

 

Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada hewan mampu membuktikan bahwa yamabushitake dapat meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar gula darah baik pada tikus yang terkena diabetes maupun tikus sehat (4, 5).

 

Salah satu cara jamur ini menurunkan gula darah adalah dengan menghalangi aktivitas enzim alfa glukosidase, yakni enzim yang berperan dalam proses pemecahan karbohidrat di usus kecil. Ketika aktivitas enzim ini terhalang, maka tubuh tidak akan mampu mencerna dan menyerap karbohidrat secara efektif, sehingga menghasilkan kadar gula darah yang lebih rendah (6).

 

Selain menurunkan gula darah, ekstrak yamabushitake juga dapat mengurangi gangguan sistem saraf akibat komplikasi diabetes pada area tangan dan kaki. Yamabushitake menunjukkan potensi sebagai suplemen terapeutik untuk diabetes, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dengan tepat bagaimana yamabushitake dapat digunakan dan diambil manfaatnya secara optimal.

 

3. Mencegah Kanker

Yamabushitake diketahui memiliki fungsi anti-kanker serta dapat mengurangi, menghambat, dan membunuh aktivitas sel penyebab kanker.

 

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa cerebroside E (1), yakni senyawa yang terkandung pada yamabushitake berpotensi memperlambat perkembangan keganasan pada beberapa jenis sel kanker seperti leukemia atau kanker darah, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker serviks, kanker hati, kanker usus besar, dan kanker payudara (7).

 

Pada penelitian dengan hewan coba tikus, yamabushitake mampu menghambat penyebaran atau metastase kanker sebanyak 66-69% (8).

 

4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Yamabushitake memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

 

Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada hewan coba tikus menunjukkan bahwa yamabushitake dapat meningkatkan kekebalan dengan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan usus dari patogen dan mikroorganisme penyebab penyakit, yang memasuki tubuh melalui mulut atau hidung (9).

 

5. Berfungsi Sebagai Antioksidan

Yamabushitake memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi dan mengurangi kadar stres oksidatif di dalam tubuh. Stres oksidatif berasal dari asupan nutrisi yang buruk serta paparan bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar, termasuk polusi udara (10, 11).

 

Manfaat lain dari antioksidan yang terkandung pada yamabushitake adalah mempercepat penyembuhan luka (12), melindungi dari kerusakan hati yang disebabkan oleh alkohol (13), serta memperlambat proses penuaan pada kulit (14).

 

Yamabushitake juga memiliki sifat anti-osteoporotik sehingga mampu mencegah terjadinya kerapuhan tulang akibat osteoporosis (15).

 

6. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan

Mengonsumsi yamabushitake diketahui dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi efek negatif dari berbagai gangguan mental. Suplementasi yamabushitake mampu menciptakan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik.

 

Sebuah penelitian menunjukkan senyawa polisakarida yang diekstraksi dari yamabushitake dapat mengatasi kelelahan pada hewan coba tikus yang  diberikan intervensi berupa aktivitas renang dengan intensitas tinggi (16).

 

Yamabushitake juga memiliki kemampuan untuk mengembalikan ritme sirkadian (jam tidur) yang normal dimana hal tersebut sangat penting, terutama lansia yang sangat berisiko terkena demensia atau penyakit pikun (17). Mengonsumsi yamabushitake juga dapat menjadi obat alami untuk mengatasi depresi dan kecemasan (18).

 

7. Meningkatkan Fungsi Otak

Jamur yamabushitake sangat terkenal dengan manfaatnya yang luar biasa pada regenerasi sel dan fungsi otak. Mengonsumsi yamabushitake dapat meningkatkan pertumbuhan serabut saraf neurit pada otak. Neurit atau akson berperan dalam mengantarkan informasi dari dan ke saraf lainnya  (19, 20).

 

Karena manfaat tersebut, yamabushitake berpotensi memperlambat atau mengembalikan degenerasi sel di otak, dimana degenerasi sel adalah sebab utama terjadinya penyakit pikun (demensia), termasuk Alzheimer dan Parkinson.

 

Sebuah ulasan penelitian dilakukan pada tahun 2012 dengan melibatkan hewan coba tikus yang mengalami cedera saraf perifer. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa mengonsumsi yamabushitake setiap hari dapat meregenerasi sel yang rusak pada tahap awal pemulihan.

 

Adapun cedera saraf perifer yaitu cedera yang mempengaruhi jaringan halus antara otak dan sumsum tulang belakang (21). 

 

Pada penelitian dengan hewan coba lainnya, pemberian yamabushitake dengan dosis 50 dan 300 mg per kg secara oral juga dapat mengurangi volume total infark (pengurangan aliran oksigen ke jaringan otak) sebesar 22% dan 44%. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa yamabushitake mampu mengatasi cedera iskemik atau kerusakan yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak (22).

 

8. Mengurangi Inflamasi Berlebih

Karena sifat anti-inflamasinya yang kuat, yamabushitake dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Pada sebuah penelitian yang dilaksanakan pada hewan coba tikus, ditemukan bahwa senyawa bioaktif dalam ekstrak yamabushitake sangat berperan dalam aktivitas gastroprotektif, yaitu aktivitas pelindung dinding lambung bagian dalam (mukosa) (23). 

 

Hasil ini juga semakin dikuatkan dengan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Medicinal Mushroom, bahwa fraksi polisakarida merupakan komponen aktif dari yamabushitake yang dapat melindungi dan meredakan nyeri serta iritasi pada kondisi tukak lambung (24).

 

Sebuah studi tahun 2015 yang dilaksanakan di Jepang menemukan bahwa jamur yamabushitake mampu mengurangi peradangan pada jaringan lemak. Hal ini menjadi temuan yang penting karena peradangan jaringan lemak merupakan faktor utama terjadinya sindrom metabolik, yakni sekelompok gangguan yang terjadi secara bersamaan, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi akibat penyakit jantung, gangguan pembuluh darah seperti stroke, dan diabetes (25). 

 

Jamur ini juga dapat secara signifikan meredakan dua gejala utama gangguan inflamasi pada sistem pencernaan, gastritis dan penyakit radang usus. Ekstrak etanol yamabushitake dapat dijadikan sebagai agen pelindung dalam pengobatan penyakit radang usus (IBD) (26, 27).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Yamabushitake atau jamur surai singa banyak ditemukan di daerah Asia, terutama Cina. Untuk mendapatkan manfaatnya, jamur ini dapat dikonsumsi secara langsung. Namun, jika terlalu sulit dicari atau dikembangbiakkan, Anda juga dapat menikmati ekstrak yamabushitake dalam bentuk suplemen dan terjual bebas. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis yang dianjurkan alam mengonsumsi suplemen atau ekstrak yamabushitake berkisar antara 300-3.000 miligram, satu hingga tiga kali sehari. Awali dengan dosis ringan terlebih dahulu.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Air panas dan ekstrak etanol yamabushitake: Mengolah ekstrak etanol yamabushitake secara bersama dengan air panas diketahui akan membantu tubuh ebih optimal dalam menghambat penyebaran atau metastase dari sel kanker usus besar. 

 

• Jus buah dan ekstrak etanol yamabushitake: Menambahkan 10 mg/kg berat badan esktrak etanol ke dalam jus buah juga diketahui akan membantu tubuh dalam menghambat penyebaran sel kanker usus besar atau metastase ke organ paru-paru.

 

• Makanan nootropik (penambah daya ingat): Mengombinasikan yamabushitake dengan makanan nootropik dan herbal seperti jamur reishi, cordyceps, ginkgo biloba dan ashwagandha dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan daya ingat.

 

 

Efek Samping

 

Yamabushitake sangat aman dikonsumsi meski dalam jumlah dan dosis tinggi. Namun, efek samping seperti kesulitan bernafas atau ruam pada kulit dapat terjadi terutama bagi penderita alergi terhadap jamur.

 

 

Kontraindikasi

 

Penderita alergi terhadap jamur sebaiknya menghindari konsumsi yamabushitake karena dapat menimbulkan efek samping seperti kesulitan bernafas atau ruam pada kulit.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Yamabushitake. Examine. Diakses pada 11 Juni 2019.

Axe,  Josh. (2018). Lion’s mane mushroom: The potential brain-boosting, cancer-fighting powerhouse. Draxe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Julson, Erica. (2018). 9 health benefits of lion’s mane mushroom (plus side effects). Healthline. Diakses pada 11 Juni 2019. 

Yang BK, Park JB, Song CH. Hypolipidemic effect of an exo-biopolymer produced from a submerged mycelial culture of Hericium erinaceus. Biosci Biotechnol Biochem. (2003). 

Rahman MA, Abdullah N, Aminudin N. Inhibitory effect on in vitro LDL oxidation and HMG Co-A reductase activity of the liquid-liquid partitioned fractions of Hericium erinaceus (Bull.) Persoon (lion’s mane mushroom). Biomed Res Int. (2014). 

Mori K, Kikuchi H, Obara Y, et al. Inhibitory effect of hericenone B from Hericium erinaceus on collagen-induced platelet aggregation. Phytomedicine. (2010).

Liang B, Guo Z, Xie F, Zhao A. Antihyperglycemic and antihyperlipidemic activities of aqueous extract of Hericium erinaceus in experimental diabetic rats. BMC Complement Altern Med. (2013). 

He X, Wang X, Fang J, et al. Structures, biological activities, and industrial applications of the polysaccharides from Hericium erinaceus (Lion’s Mane) mushroom: A review. Int J Biol Macromol. (2017). 

Wu T, Xu B. Antidiabetic and antioxidant activities of eight medicinal mushroom species from China. Int J Med Mushrooms. (2015). 

Lee SR, Jung K, Noh HJ, et al. A new cerebroside from the fruiting bodies of Hericium erinaceus and its applicability to cancer treatment. Bioorg Med Chem Lett. (2015). 

Kim SP, Nam SH, Friedman M. Hericium erinaceus (Lion’s Mane) mushroom extracts inhibit metastasis of cancer cells to the lung in CT-26 colon cancer-tansplanted mice. J Agric Food Chem. (2013). 

Sheng X, Yan J, Meng Y, et al. Immunomodulatory effects of Hericium erinaceus derived polysaccharides are mediated by intestinal immunology. Food Funct. (2017).

Hou Y, Ding X, Hou W. Composition and antioxidant activity of water-soluble oligosaccharides from Hericium erinaceus. Mol Med Rep. (2015).

Jiang S, Wang Y, Zhang X. Comparative studies on extracts from Hericium erinaceus by different polarity reagents to gain higher antioxidant activities. Exp Ther Med. (2016).

Abdulla MA, Fard AA, Sabaratnam V, et al. Potential activity of aqueous extract of culinary-medicinal Lion’s Mane mushroom, Hericium erinaceus (Bull.: Fr.) Pers. (Aphyllophoromycetideae) in accelerating wound healing in rats. Int J Med Mushrooms. (2011).

Hao L, Xie Y, Wu G, et al. Protective effect of hericium erinaceus on alcohol induced hepatotoxicity in mice. Evid Based Complement Alternat Med. (2015).

Xu H, Wu PR, Shen ZY, Chen XD. Chemical analysis of hericium erinaceum polysaccharides and effect of the polysaccharides on derma antioxidant enzymes, MMP-1 and TIMP-1 activities. Int J Biol Macromol. (2010). 

Li W, Lee SH, Jang HD, Ma JY, Kim YH. Antioxidant and anti-osteoporotic activities of aromatic compounds and sterols from hericium erinaceum. Molecules. (2017). 

Liu J, DU C, Wang Y, Yu Z. Anti-fatigue activities of polysaccharides extracted from hericium erinaceus. Exp Ther Med. (2015).

Furuta S, Kuwahara R, Hiraki E, Ohnuki K, Yasuo S, Shimizu K. Hericium erinaceus extracts alter behavioral rhythm in mice. Biomed Res. (2016).

Nagano M, Shimizu K, Kondo R, et al. Reduction of depression and anxiety by 4 weeks hericium erinaceus intake. Biomed Res. (2010).

Samberkar S, Gandhi S, Naidu M, Wong KH, Raman J, Sabaratnam V. Lion’s mane, hericium erinaceus and tiger milk, lignosus rhinocerotis (higher basidiomycetes) medicinal mushrooms stimulate neurite outgrowth in dissociated cells of brain, spinal cord, and retina: An in vitro study. Int J Med Mushrooms. (2015). 

Lai PL, Naidu M, Sabaratnam V, et al. Neurotrophic properties of the lion’s mane medicinal mushroom, hericium erinaceus (higher basidiomycetes) from Malaysia. Int J Med Mushrooms. (2013).

Wong KH, Naidu M, David RP, Bakar R, Sabaratnam V. Neuroregenerative potential of lion’s mane mushroom, hericium erinaceus (bull.: fr.) pers. (higher basidiomycetes), in the treatment of peripheral nerve injury (review). Int J Med Mushrooms. (2012).

Lee KF, Chen JH, Teng CC, et al. Protective effects of hericium erinaceus mycelium and its isolated erinacine a against ischemia-injury-induced neuronal cell death via the inhibition of iNOS/p38 MAPK and nitrotyrosine. Int J Mol Sci. (2014).

Wong JY, Abdulla MA, Raman J, et al. Gastroprotective effects of lion’s mane mushroom hericium erinaceus (bull.:fr.) pers. (aphyllophoromycetideae) extract against ethanol-induced ulcer in rats. Evid Based Complement Alternat Med. (2013).

Wang M, Konishi T, Gao Y, Xu D, Gao Q. Anti-gastric ulcer activity of polysaccharide fraction isolated from mycelium culture of lion’s mane medicinal mushroom, hericium erinaceus (higher basidiomycetes). Int J Med Mushrooms. (2015).

Mori K, Ouchi K, Hirasawa N. The anti-inflammatory effects of lion’s mane culinary-medicinal mushroom, hericium erinaceus (higher basidiomycetes) in a coculture system of 3T3-L1 adipocytes and RAW264 macrophages. Int J Med Mushrooms. (2015).

Qin M, Geng Y, Lu Z, et al. Anti-Inflammatory effects of ethanol extract of lion’s mane medicinal mushroom, hericium erinaceus (agaricomycetes), in mice with ulcerative colitis. Int J Med Mushrooms. (2016).

Wang M, Gao Y, Xu D, Gao Q. A polysaccharide from cultured mycelium of Hericium erinaceus and its anti-chronic atrophic gastritis activity. Int J Biol Macromol. (2015).


Tags: , , , , , , , , , , , ,